Skip to content

Sepuluh Perusahaan Fintek yang Mengubah Bentuk Pemberian Pinjaman UKM

Blog

September 9, 2022 | Jonathan Pryer

Menyambut Tantangan dan Mengakselerasi Proses Pemberian Pinjaman UKM

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi fokus dalam perekonomian. Usaha ini begitu inovatif, gesit, dan mendorong persaingan – belum lagi menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, sering kali mengalami kesulitan saat mengajukan kredit. Mengapa? Pemberian pinjaman kepada UKM secara inheren berisiko dan sangat memakan waktu. Lembaga keuangan biasa sering kali memerlukan proses pengajuan yang sarat dokumen dan mungkin merasa sulit untuk membuat keputusan risiko kredit tanpa campur tangan manusia.

Empat puluh empat persen UKM membutuhkan dana cepat untuk memenuhi biaya operasional, dan 56% UKM mencari kredit untuk melakukan inovasi dan mengembangkan bisnis mereka. Namun, saat mengajukan kredit dengan cepat bisa menentukan apakah bisnisnya akan berkembang atau malah gagal, apa saja pilihannya?

Untung saja, saat ini ada lebih banyak opsi. Semakin banyak pemberi pinjaman inovatif, termasuk perusahaan fintek dan neobank, bermunculan di seluruh dunia untuk membantu memastikan UKM mendapatkan akses kredit saat mereka membutuhkannya. Kami telah memilih beberapa inovator yang siap menghadapi tantangan pengambilan keputusan risiko kredit untuk UKM.

  1. OakNorth – Perusahaan Fintek OakNorth yang berbasis di Inggris menyediakan analisis kredit instan dan wawasan portofolio seketika yang berfokus pada perubahan bentuk pemberian pinjaman komersial. Rekan pendiri OakNorth dahulunya ditolak berkali-kali saat mengajukan kredit yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka, sehingga mendorong mereka untuk menciptakan platform Credit Intelligence sendiri. Target mereka yaitu selain membangun bank yang kuat dan berkelanjutan, juga menciptakan aplikasi perangkat lunak agar bank lain dapat memberikan pinjaman kepada UKM yang sebelumnya kurang terlayani.
  2. NeoGrowth – NeoGrowth Credit yang didirikan pada tahun 2011 dan berbasis di India merupakan bisnis berbasis teknologi yang menawarkan pinjaman tanpa jaminan kepada sejumlah ritel kecil di India.  Dengan mengombinasikan antara data tradisional dan alternatif untuk melakukan penilaian kredit yang lebih akurat, NeoGrowth juga menawarkan persyaratan pembayaran yang dinamis dan proses penagihan otomatis guna membantu mengidentifikasi pelanggan mana yang paling layak mendapatkan kredit. Perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai pelopor dalam pemberian pinjaman UKM berbasis penjaminan data pembayaran digital ini memiliki misi yaitu membantu pemilik usaha kecil mendorong pertumbuhan yang sesuai dengan keinginan mereka.
  3. Kabbage – Kabbage yang terpilih dalam daftar 50 perusahaan Fintek versi Forbes tahun 2019 (sekarang dimiliki oleh American Express) menyediakan kredit bagi UKM dengan mengevaluasi data alternatif yang berfokus pada bisnis seperti info akuntansi, penjualan online, dan pengiriman. Dengan tampilan data yang lebih bernuansa agar dapat lebih memahami kinerja suatu usaha, Kabbage mampu menawarkan opsi kredit fleksibel secara seketika.
  4. Banco Pichincha – Pada tahun 2016, Banco Pichincha menerima kredit sebesar 55 juta dolar dari International Finance Corporation (IFC) untuk membiayai pinjaman kepada UKM milik para wanita dalam upaya mendorong berkembangnya pengusaha wanita di Pengusaha Ekuador. Sebagai bank terbesar di Ekuador, mereka menambah misinya pada tahun 2019 saat menandatangani kerja sama dengan Overseas Private Investment Corporation (OPIC) dan Wells Fargo untuk pinjaman gabungan sebesar 108 juta dolar guna mendukung pinjaman kepada UMKM daerah, yang dimiliki, dipimpin oleh, atau mendukung wanita.
  5. Allica Bank – Dengan alasan mereka bahwa UKM sering ditinggalkan oleh ‘bank-bank besar’, Allica Bank mengombinasikan teknologi modern dengan hubungan lokal untuk memastikan bahwa UKM memiliki alat dan dana yang mereka butuhkan untuk beroperasi.  Allica Bank yang berbasis di Inggris ini menawarkan pembiayaan aset UKM, dengan opsi pembiayaan fleksibel senilai hingga 1 juta poundsterling.
  6. Judo Bank – Satu-satunya bank yang berani bersaing dengan bank-bank besar di Australia, yang dibangun khusus untuk memberikan pinjaman kepada UKM. Bank yang inovatif ini berupaya mengembalikan seni hubungan yang hilang dalam perbankan bisnis. Bank yang didirikan oleh para profesional perbankan bisnis yang berpengalaman ini menyebut dirinya sebagai ‘alternatif tulen’ bagi UKM yang menginginkan akses cepat bukan hanya ke dana, tetapi juga layanan pelanggan yang unggul, yang layak mereka dapatkan.
  7. First Circle – Misi First Circle yang berbasis di Filipina ini yaitu agar UKM dapat memaksimalkan potensi mereka melalui kemitraan keuangan yang cepat dan fleksibel. Pelanggan mereka sering kali tidak memiliki data kredit atau jaminan tetap dan akibatnya dikeluarkan dari sektor perbankan tradisional (dan karenanya tidak jarang terpaksa meminjam dari lintah darat). First Circle memungkinkan UKM ini untuk mendapatkan pendanaan hanya dalam waktu sehari melalui proses pengajuan digital yang otomatis.
  8. Lulalend – Enam puluh persen bisnis Afrika Selatan kesulitan mengajukan pinjaman modal yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka, karena waktu tunggu yang lama, persyaratan dokumen yang sulit, dan syarat agunan yang tinggi. Lulalend menggunakan AI untuk menilai kelayakan kredit secara instan, sehingga pemilik usaha kecil dipastikan bisa menerima dana dalam waktu 24 jam setelah pengajuan. Sampai saat ini, mereka telah memproses lebih dari 70.000 pengajuan dan membantu menstabilkan keuangan ribuan bisnis kecil di seluruh Afrika Selatan.
  9. Siembro – Perusahaan Siembro di Argentina menggunakan AI untuk mengoperasikan algoritma pinjaman internal mereka, sehingga mereka dapat menawarkan persetujuan pinjaman instan untuk usaha kecil di bidang pertanian dan permesinan. Dengan lebih dari 1,5 juta usaha pertanian kecil dan menengah di negara ini yang memiliki akses terbatas ke kredit (dan arus kas terbatas), Siembro berfokus untuk memastikan para petani jagung, gandum, dan kedelai memperoleh dana yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
  10. Iwoca – Sebagai perusahaan rintisan yang dimulai ketika para pendirinya menyadari bahwa usaha kecil tidak dapat mengakses kredit yang sangat dibutuhkan, Iwoca kni menjadi salah satu pemberi pinjaman bisnis dengan pertumbuhan tercepat di Eropa. Dengan target pendanaan satu juta usaha kecil, iwoca ingin memastikan bahwa UKM dapat lebih berfokus menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka daripada dipaksa untuk mengisi dokumen yang tiada habisnya dan menunggu persetujuan.

Persetujuan Pinjaman Lebih Cepat

Jadi, mengapa semua perusahaan ini bisa melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh pemberi pinjaman biasa yang lebih? Perusahaan-perusahaan ini telah memanfaatkan teknologi digital, data, dan analitik canggih seperti Machine Learning dan AI untuk a) menyederhanakan (dan dalam banyak kasus, mengubah sepenuhnya secara digital) proses pengajuan semaksimal mungkin dan b) mengotomatiskan pengambilan keputusan kredit untuk memberi persetujuan yang cepat dan akurat, agar UKM dapat menerima dana lebih cepat dari sebelumnya. Sebagai keuntungan tambahan, produk yang ditawarkan pemberi pinjaman inovatif ini kepada UKM cenderung lebih fleksibel dan lebih disesuaikan untuk kebutuhan mereka masing-masing.

Jenis UKM terus semakin berkembang (tetapi yang pasti tidak melambat!), dan semangat inovatif tersebut perlu dipupuk sebanyak mungkin. Itu berarti sangat positif melihat pemberi pinjaman memusatkan perhatian mereka pada bisnis ini, dan secara kontinu menemukan cara baru guna membantu mereka mencapai tujuan. Dengan mengotomatiskan pengumpulan data, pengambilan keputusan risiko dan penetapan harga, para pemberi pinjaman dapat mengotomatiskan persetujuan dan memastikan dana dapat dicairkan hanya dalam hitungan hari – atau bahkan hitungan jam!