Skip to content

Cara Inovasi Teknologi Finansial (Fintek) Menunjang Kesehatan Mental dan Kesejahteraan

Blog

Desember 12, 2022 | Jonathan Pryer

Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia #WorldMentalHealthDay

10 Oktober adalah Hari Kesehatan Mental Sedunia – hari yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk “meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental di seluruh dunia dan memobilisasi upaya untuk mendukung kesehatan mental.” Dengan gagasan bahwa kesehatan mental dan kesejahteraan merupakan hal yang terpenting bagi setiap individu, kami telah memutuskan untuk melihat bagaimana fintek dan inovasi jasa keuangan dapat membantu berkontribusi pada kesehatan mental. Dan selama ini tidak ada lagi yang lebih penting dari berfokus pada kesejahteraan mental. Seiring dengan menurunnya tindakan pencegahan Covid-19 di seluruh dunia, dampak pandemi pada kesehatan mental mulai terungkap. “Pandemi COVID-19 telah menciptakan krisis global terkait kesehatan mental, yang memicu stres jangka pendek dan jangka panjang, serta merusak kesehatan mental jutaan orang. Gangguan kecemasan dan depresi diperkirakan meningkat lebih dari 25% selama tahun pertama pandemi. Secara bersamaan, layanan kesehatan mental menjadi sangat terganggu dan kesenjangan perawatan untuk kondisi kesehatan mental semakin melebar.”

Jadi, apa hubungan antara jasa keuangan dan teknologi keuangan dengan kesehatan mental? Money and Mental Health Policy Institute, yang berbasis di Inggris, telah menguraikan sejumlah teori bahwa kesehatan mental dan kemampuan finansial saling terkait. Dan mengapa inovasi teknis berada dalam posisi tersendiri untuk membantu menurunkan dampak tersebut. Lembaga tersebut menemukan lima bidang utama yang dapat dibantu oleh perusahaan fintek:

  1. Pengelolaan uang sehari-hari – hal-hal seperti menyiapkan dan/atau mengikuti anggaran bisa jadi tidak dapat dilakukan oleh mereka yang mengalami masalah kesehatan mental. Pelacak pengeluaran dan pemberitahuan notifikasi yang memunculkan peringatan terkait masalah anggaran adalah kuncinya.
  2. Produk dengan tingkat pengawasan tinggi – kemampuan untuk mencegah pengeluaran dalam kategori tertentu (misalnya, minuman beralkohol atau perjudian), atau membatasi pembelian dalam jumlah tertentu dapat membantu kontrol impuls.
  3. Memeriksa pemahaman secara online –mencari cara untuk mengurangi sejumlah risiko mengakses kredit secara online, yang mungkin saja sulit bagi pemberi pinjaman untuk menilai ketika seseorang sedang mengalami kesehatan mental.
  4. Dukungan dari keluarga dan teman – mengurangi risiko bagi individu yang membutuhkan dukungan dari luar untuk mengelola uang atau membayar tagihan mereka. Sebagai contoh, orang sering kali membagikan nomor pin atau kata sandi, yang bisa menjadi masalah besar.
  5. Menemukan masalah sejak dini – menemukan cara untuk memanfaatkan data untuk lebih mengenali tanda-tanda peringatan dini terkait masalah kesehatan mental dan dampaknya terhadap kesejahteraan finansial.

Sesuai dengan siklus alam, kesehatan mental bukan hanya berdampak pada kesejahteraan finansial, tetapi kesejahteraan finansial juga berdampak pada kesehatan mental. Masalah seperti utang (entah itu utang konsumen, pinjaman pelajar, atau biaya perawatan kesehatan) dan kekhawatiran terhadap situasi keuangan karena status pekerjaan dapat mendatangkan malapetaka pada kondisi mental seseorang, meningkatkan tingkat kecemasan, depresi, serangan panik, masalah tidur, dan keinginan bunuh diri. Money and Mental Health Policy Institute mendapati bahwa hampir setengah (46%) orang yang terlilit utang juga mengalami masalah kesehatan mental, dan 86% responden dalam survei yang mereka lakukan melaporkan bahwa situasi keuangan yang bermasalah telah memperburuk masalah kesehatan mental mereka.

Kami menemukan sepuluh perusahaan yang berinovasi sejalan dengan pemikiran kami tentang kesehatan mental, dan melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk menunjangnya, baik bertindak secara langsung untuk membantu mengelola kesejahteraan perorangan, atau mendukung literasi dan edukasi keuangan untuk memastikan utang dan keuangan (dan kecemasan di sekitar mereka) dikelola secara efektif.

  1. Maslife – Aplikasi Maslife yang didukung oleh MasterCard bertujuan untuk mengombinasikan fitur pembayaran dan perbankan dengan gamifikasi dan AI. Tujuan mereka yaitu mendorong para pengguna untuk membuat perubahan mendasar dan sederhana dalam rutinitas sehari-hari yang akan memberi hasil positif dalam jangka panjang, dengan menggunakan alat seperti pelacak olahraga, alat pembuatan anggaran, dan lokakarya meditasi. Selain itu, perusahaan ini sedang membangun platform B2B agar bisnis dapat menawarkan fitur kesejahteraan bagi karyawan mereka.
  2. Trustfolio – Perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai pakar ‘teknologi utang’ ini berupaya memberi pemahaman yang lebih dalam kepada klien tentang seluruh siklus utang pribadi, dengan tujuan untuk menghemat waktu dan uang klien mereka, di samping mencapai hasil terbaik bagi mereka yang memiliki utang. Debt Advisor Support Portal ini bertujuan untuk merampingkan proses nasihat utang, memungkinkan peningkatan kualitas, keterlibatan klien, dan hasil yang lebih positif bagi individu.
  3. RedSTART RedSTART yang berbasis di Inggris ini berfokus pada edukasi keuangan untuk anak-anak, yang percaya bahwa dengan menggalakkan literasi keuangan sejak usia dini akan menghasilkan hasil yang lebih baik di masa mendatang. Melalui kemitraan dengan lembaga keuangan besar, sukarelawan, dan bisnis lokal, perusahaan ini menyelenggarakan program interaktif di sekolah dasar, yang menyediakan sumber daya edukasi keuangan untuk anak-anak, guru, dan orang tua.
  4. MoneyHelper – Dengan mengedepankan bantuan bagi orang yang memiliki masalah utang, pengaturan anggaran, dan pengeluaran setelah pensiun, MonkeyHelper adalah organisasi pemerintah di Inggris yang menawarkan bimbingan keuangan gratis bagi yang membutuhkan. Melalui alat online untuk membantu individu memprioritaskan pembayaran tagihan, menemukan anjuran pengelolaan utang, mengelola keuangan, dan melihat-lihat informasi penipuan, penawaran lengkap ini memastikan bahwa orang tahu persis harus ke mana jika mereka membutuhkan bantuan terkait uang/utang.
  5. Flourish Savings – Disebut sebagai platform imbalan dan keterlibatan untuk lembaga keuangan, Flourish Savings menciptakan aplikasi Financial Knowledge yang mendorong anggotanya untuk mengelola keuangan mereka secara lebih efisien sekaligus mendapatkan wawasan dan saran keuangan dari transaksi yang mereka lakukan. Aplikasi ini, selain menampilkan hal-hal sepele terkait keuangan untuk menciptakan kesadaran tentang kebiasaan belanja dan pertanyaan yang dipersonalisasi untuk mempromosikan kesehatan finansial, juga bertujuan untuk mendorong keterlibatan proaktif pelanggan dengan saran keuangan yang disesuaikan.
  6. HoneyBee – Angkatan kerja di zaman modern menghadapi banyak tantangan – seperti halnya perusahaan, termasuk merekrut dan mempertahankan karyawan terbaik. Aplikasi HoneyBee menyajikan program kesehatan keuangan tambahan terbaik di kelasnya untuk mendorong kesejahteraan keuangan secara keseluruhan dan memberi keunggulan kompetitif bagi para pemberi kerja. Dengan sesi terapi uang secara individu, edukasi keuangan, dan bahkan dana yang tersedia untuk mengelola utang, aplikasi HoneyBee berharap dapat membantu mengatasi beberapa ketidakadilan keuangan struktural di AS.
  7. Noburo – Noburo yang berbasis di Thailand adalah aplikasi ‘kemakmuran’ seluler yang berfokus untuk memastikan kesejahteraan karyawan. Tatkala karyawan mengalami stres akibat situasi keuangan pribadi, mereka cenderung kesulitan berkonsentrasi saat bekerja , mangkir, atau melakukan kesalahan yang lebih signifikan. Noburo membantu karyawan dalam mengelola keuangan dan mengatasi utang agar perusahaan menghasilkan lebih banyak keuntungan.
  8. Quber – Dengan program untuk perusahaan dan individu, aplikasi Quber dari Kanada berupaya memperbaiki kebiasaan terkait keuangan menjadi mudah dan menyenangkan. Individu dapat menyesuaikan aktivitas menabung yang paling tepat bagi mereka (dan agar bisa lebih lama menabung), sementara pemberi kerja dapat memberi manfaat kesehatan keuangan inklusif kepada karyawan mereka dengan menawarkan dukungan dan membuat karyawan tetap proaktif, agar dapat mengurangi dampak tekanan keuangan di garis minimum perusahaan.
  9. Wellth – Dengan keyakinan bahwa ‘sehat itu mahal’, Wellth mendorong anggotanya untuk membentuk kebiasaan sehat yang mengubah hidup, dengan menyajikan paket bagi penyedia layanan kesehatan dan pemberi kerja. Wellth membantu individu untuk memiliki motivasi dan kebiasaan terkait kesehatan guna memastikan kepatuhan terhadap rencana pengobatan, perawatan terapi, dan menghadiri janji temu yang dijadwalkan, yang mencakup berbagai masalah kesehatan, termasuk kesehatan perilaku dan mental serta berbagai kondisi fisik.  
  10. Longevity Card – Aplikasi uang dan gaya hidup, Longevity Card, telah meluncurkan fitur komunitas yang menyediakan informasi tentang kesehatan mental dan pengelolaan uang. Perusahaan tekfin yang berbasis di Inggris ini sudah berfokus pada kesehatan fisik dan kebugaran, mulai dari melihat bagaimana jasa keuangan dapat berbuat lebih banyak guna menyokong kesejahteraan mental sebagai tanggapan untuk mendukung Hari Kesehatan Mental Sedunia beberapa tahun yang lalu.

Kesehatan mental dan kesejahteraan begitu erat terintegrasi dengan berbagai aspek kehidupan kita, dan dampaknya, baik positif maupun negatif, secara jelas jauh jangkauannya. Setiap individu memiliki kisah keuangan untuk diceritakan – termasuk tabungan dan utang, investasi dan gaji, jaminan pekerjaan, keamanan perumahan, ketahanan pangan… yang pada akhirnya semua kembali pada uang. Semakin banyak yang dapat dilakukan oleh industri jasa keuangan dan inovasi tekfin untuk meningkatkan kesehatan mental melalui peningkatan literasi, edukasi keuangan, anjuran terkait utang, dan program kredit berkelanjutan, maka akan semakin baik.

Pastikan kesehatan mental pelanggan Anda

Lihat manfaat pengambilan keputusan risiko yang lebih akurat.