Skip to content

15 Perusahaan Mengubah Lanskap dari industri Beli Sekarang, Bayar Nanti

Blog

September 29, 2022 | Allison Karavos

Bukan hanyacuma sepatu dan perhiasan lagi

Sekarang ini, sulit untuk tidak berhubungan dengan dunia fintech dan tidak mendengar kalimat Beli Sekarang, Bayar Nanti (BNPL). Skema yang diperkenalkan kepada konsumen untuk membeli sebagian besar barang-barang kelas atas (fashion, perhiasan, sepatu, barang-barang rumah tangga) dengan cara mencicil ini kini telah menjadi industri besar dengan sendirinya – dan ini menjadi sumber dari banyak perdebatan. Dengan semakin banyaknya peraturan yang kurang jelas dan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan opsi BNPL, lanskap penyedia BNPL pun berubah. Selain semakin bertambahnya organisasi yang menawarkan BNPL sebagai opsi pembayaran, jenis barang dan jasa yang ditawarkan juga bertambah dengan pesat.

Di sini kami mempelajari 15 perusahaan yang mengubah cara kami dalam memandang skema Beli Sekarang, Bayar Nanti.

  1. Uplift – Berkantor pusat di California, dengan rencana pertumbuhan cepat untuk membuka cabang internasional, Uplift membawa misi untuk membantu orang-orang membeli apa yang paling penting – dalam kasus mereka, perjalanan. Dengan mitra internasional mulai dari jalur pelayaran dan resor hingga maskapai penerbangan dan dealer paket liburan, opsi beli sekarang, bayar nanti hadir di saat yang penting. Dengan industri perjalanan yang hancur akibat Covid-19, Uplift berharap skema beli sekarang, bayar nanti dari mereka akan“ menjadi pemicu ekonomi yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali industri perjalanan.” Uplift bekerja secara langsung dengan merchant untuk memperkuat loyalitas merek, menawarkan kepada pelanggan cara yang lebih sederhana untuk membayar perjalanan mereka dengan memilih opsi Uplift saat checkout, tanpa mengarahkan konsumen ke marketplace milik mereka sendiri.
  2. Fly Now Pay Later – Fly Now Pay Later atau Terbang Sekarang Bayar Nanti dari Inggris berekspansi ke pasar AS yang tinggi permintaan layanan perjalanan, sembari berharap dapat meningkatkan operasinya di Inggris dan Jerman. Dengan misi menghadirkan perjalanan yang terjangkau dan fleksibel, perusahaan ini berharap dapat memanfaatkan pemulihan pasca pandemi dengan menawarkan skema pembayaran perjalanan yang cocok untuk semuanya – kemana pun tujuannya dan siapapun pelanggannya. Dengan aplikasi pemesanan yang mudah digunakan, Fly Now Pay Later membayarkan liburan Anda dengan penyedia perjalanan pilihan Anda, dan Anda tinggal melunasinya dengan opsi pembayaran yang fleksibel dalam jangka waktu tertentu.
  3. Jungle – Berbasis di Filipina, Jungle menawarkan pilihan BNPL kepada konsumen lokal di hampir semua hal. Mengedepankan pemberian limit kredit yang diisi ulang setiap kali Anda melakukan pembayaran, konsumen dapat terus menggunakan aplikasi Jungle untuk membeli dan membayar, tanpa harus mengajukan pinjaman atau menjalani pemeriksaan kredit untuk setiap pembelian. Perusahaan bahkan menawarkan layanan sementara pada tahun 2020, bernama “Belanja Sekarang, Bayar Nanti,” untuk membantu mengatasi kesulitan kebutuhan selama pandemi Covid-19 – memungkinkan pelanggan untuk membeli makanan, produk kesehatan, Peralatan Perlindungan Diri dan kebutuhan pokok lainnya tanpa harus menggunakan kartu kredit (banyak warga Filipina yang tidak memilikinya).
  4. Hokodo – Beli Sekarang, Bayar Nanti menjadi semakin populer di kalangan merchant ritel, sehingga penawaran opsi pembayaran untuk pembelian B2B menjadi sesuatu yang unik. Saat ini, merchant B2B pada dasarnya dipaksa untuk menawarkan persyaratan pembayaran kepada pelanggan mereka dengan metode manajemen kredit yang sudah ketinggalan zaman – termasuk pengajuan tertulis, pemeriksaan kredit manual, dan prosedur penagihan yang merepotkan. Masuk di Hokodo yang berbasis di Eropa, yang bertujuan untuk mempermudah penjualan ke pembeli bisnis. Pembeli bisnis berbelanja di situs merchant terpilih, dengan penawaran real-time untuk ketentuan pembayaran, “yang ditenagai oleh API kredit dagang Hokodo.” Mereka mengklaim bahwa opsi pembayaran yang salah adalah salah satu alasan terbesar mengapa pembeli B2B keluar dari saluran penjualan – apakah BNPL mampu meningkatkanpeningkatkan tingkat konversi? Menurut Hokodo mereka mampu.
  5. Sunbit – BNPL tidak hanya untuk membeli pakaian dan liburan saja. Sunbit bertujuan untuk membantu konsumen membayar barang sehari-hari yang dianggap remeh oleh sebagian dari kita, termasuk layanan otomotif, optik, dan gigi. Model organisasi ini adalah menawarkan layanan back-end ke bisnis tempat transaksi penting ini terjadi – seperti dokter gigi atau kantor ahli optik setempat Anda atau dealer yang menangani mobil Anda. “Produk unggulan Sunbit memungkinkan bisnis untuk memandu pelanggan melalui proses financing, yang terintegrasi dengan sistem point-of-sale mereka sendiri” untuk pengalaman pelanggan yang mulus.
  6. PrimaHealth Credit – Di negara-negara tanpa layanan kesehatan yang disubsidi pemerintah, perawatan kesehatan yang sifatnya penting dan opsional sama-sama tidak terjangkau bagi banyak orang. Sebuah laporan dari Financial Technology Partners mencatat bahwa hanya 23% warga negara Amerika yang mampu membayar biaya medis di atas $2000. Nilai kredit subprime, atau individu tanpa riwayat kredit sama sekali, berarti ada peluang pasar yang besar untuk layanan BNPL di bidang kesehatan. PrimaHealth Credit mengemban misi untuk “membantu lebih banyak pasien mendapatkan perawatan,” dengan opsi pembayaran yang mudah dan transparan yang ditawarkan oleh penyedia layanan kesehatan di tempat perawatan. Memberikan pilihan yang lebih terjangkau kepada orang-orang untuk mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan adalah sebuah kemenangan.
  7. Deferit – Seperti halnya perawatan kesehatan dan layanan medis lainnya, ada barang-barang penting tertentu yang harus kita semua bayar. Deferit, sebuah organisasi yang berbasis di Australia, memungkinkan pelanggan mencicil tagihan utilitas, telekomunikasi, pendaftaran mobil, atau penitipan anak. Dengan janji untuk mendukung pelanggan, termasuk memberikan opsi untuk mengubah ketentuan pembayaran, Deferit menciptakan alat pendanaan yang mudah untuk pembayaran, meniadakan bunga dan biaya tahunan.
  8. Flex – Saat berbicara tentang layanan penting, kebutuhan tempat tinggal juga perlu dipikirkan. Banyak orang menghadapi pilihan sulit untuk memutuskan ke mana uang mereka harus dihabiskan – biaya sewa tempat tinggal atau makanan atau kebutuhan lainnya – terutama dalam ekonomi yang tidak menentu saat ini. Diperkirakan bahwa denda keterlambatan yang masuk ke kantong pemilik properti sewaan mencapai $5 miliar setiap tahunnya. Flex memahami tantangan ini (dan tekanan yang ditimbulkannya!) dan bertujuan untuk membebaskan Anda dari membayar denda keterlambatan dengan menanggung biaya sewa untuk Anda dan menawarkan opsi fleksibel untuk melunasinya, tanpa biaya atau bunga tersembunyi.
  9. QuadPay – Salah satu yang terdepan dalam BNPL, QuadPay menawarkan opsi pembayaran untuk raksasa ritel, termasuk Apple, Amazon, Walmart dan Target serta kemitraan ritel eksklusif. Dengan kategori yang mencakup semuanya, mulai dari pendidikan dan hewan peliharaan hingga sepatu dan perjalanan, QuadPay tersedia di berbagai platform serta di lokasi ritel fisik, memberi Anda pilihan hampir di mana pun Anda berbelanja.
  10. Sezzle – Sebagai pendatang baru di industri BNPL, Sezzle menawarkan skema pembayaran cicilan biasa, tetapi juga menampilkan beberapa produk eksklusif untuk pengguna mereka yang mereka sebut pembeda strategis. Sezzle Up misalnya, memungkinkan pembeli untuk menaikkan ratingranking kredit mereka dengan membolehkan perusahaan melaporkan riwayat pembayaran ke biro kredit. Mereka juga bermitra dengan Ally Bank untuk menawarkan opsi financing jangka panjang, yang mana membuktikan lagi bahwa fleksibilitas dalam opsi pembayaran dapat menjadi faktor pendorong utama dalam pertumbuhan.
  11. Splitit – Berkantor pusat di New York, Splitit terbilang unik di ranah BNPL karena mereka mengizinkan konsumen untuk mempergunakan kredit yang sudah ada. Dengan menggunakan kartu kredit atau debit mereka sendiri dengan program angsurannya, pelanggan akan melihat biaya angsuran pada tagihan mereka, yang secara efektif mengurangi arus kas. Kemampuan untuk memecah pembayaran menjadi bagian-bagian yang lebih kecil tanpa bunga, pengajuan, atau biaya tambahan dan meningkatkan kredit menjadikan Splitit pilihan yang menarik bagi konsumen, sekaligus menjadi pilihan yang aman bagi merchant.
  12. Simpl – Startup India Simpl memiliki misi sederhana – memudahkan orang untuk membeli apa yang mereka suka, kapan pun mereka suka, dengan ketentuan pembayaran cicilan. Di negara dengan sistem keuangan yang rumit yang sering mempersulit orang untuk mendapatkan kredit, Simpl memungkinkan penggunanya untuk membeli sekarang dan membayar di waktu yang lebih nyaman nanti. Dengan platform lengkap yang mengedepankan aplikasi mobile untuk pembayaran berbasis kredit, Simpl memungkinkan pembelian satu klik dan menjanjikan transparansi penuh kepada pengguna dan merchantnya.
  13. Twisto – Menghadirkan ‘twist’ yang berbeda pada BNPL, perusahaan Eropa Twisto menawarkan batas kredit bulanan untuk pembayaran Anda setelah Anda mendaftar dengan mereka. Belanjalah secara online atau di toko hingga jumlah yang ditentukan ini setiap bulan dan kemudian terima faktur Anda. Setelah ditagih, Anda dapat melunasi jumlah penuhnya dengan Twisto atau membayar 10%-nya dulu dan menunda sisanya di kemudian hari. Twisto juga menawarkan opsi pengembalian dan berbagai paket bulanan, dengan fitur seperti manajemen keuangan pribadi dan asuransi perjalanan keluarga.
  14. Tymit – Berbeda dari skema cicilan empat kali bayar pada umumnya yang ditawarkan oleh banyak penyedia BNPL, dengan Tymit Anda dapat memilih berbagai skema cicilan ketika Anda melakukan pembelian – termasuk membayar lebih dari 3 bulan tanpa bunga, atau bahkan lebih lama (hingga 36 bulan) dengan transparan tanpa harga awal yang ditetapkan. Tymit juga memperbolehkan Anda untuk mengubah jangka waktu pembayaran Anda di tengah rencana tanpa penalti atau biaya tambahan dan menawarkan aplikasi yang mudah digunakan dengan fitur rapi yang memantau pengeluaran Anda, mengelompokkan pembelian, dan mensimulasikan potensi biaya pengeluaran.
  15. Paidy – Di Jepang, banyak konsumen yang memilih tidak menggunakan kartu kredit untuk pembayaran online, memberikan peluang besar untuk opsi alternatif seperti BNPL. Startup teknologi Jepang, Paidy, memungkinkan konsumennya berbelanja di berbagai toko ritel online dengan aplikasi seluler praktis yang hanya memerlukan alamat email dan nomor telepon Anda – pembayaran dengan mencicil dapat dilakukan melalui transfer bank, debit langsung, dan bahkan di toserba, semuanya hanya dengan menunjukkan aplikasi.

Keadaan Beli Sekarang, Bayar Nanti berubah dengan cepat dan semakin banyak pemain baru yang masuk. Meskipun masa depan terlihat tidak pasti (Apa yang akan dilakukan ekonomi dunia di masa pasca-Covid-19? Apa dampak peningkatan peraturan terhadap penyedia dan konsumen?) satu hal yang jelas – konsepnya tidak akan berubah dalam waktu dekat.