Skip to content

Sepuluh Perusahaan Fintek Menggunakan Data Alternatif untuk Inklusi Finansial

Blog

Oktober 19, 2022 | Allison Karavos

Memastikan Orang yang Memiliki Rekening Bank Terbatas dan yang Kurang Memenuhi Syarat Memiliki Akses ke Kredit

Di satu kondisi, tidak mungkin bagi orang untuk membeli barang-barang tanpa memiliki uang tunai saat itu juga. Lalu menyadari sudah berapa lama cicilan kredit mereka. Meskipun kredit memiliki banyak bentuk (paket pembayaran dan kartu kredit, paket cicilan dan pinjaman gaji, hipotek, dan produk Beli Sekarang, Bayar Nanti), satu hal yang tidak berubah: untuk mendapatkan kredit, Anda harus memenuhi syarat untuk itu.

Seiring berkembangnya perusahaan Fintek dan penyedia kredit, cara pemberi pinjaman menangani pengambilan keputusan risiko kredit mereka pun berubah. Skor kredit tradisional (berdasarkan hal-hal seperti riwayat kredit, riwayat pembayaran, dan rasio utang) bukan lagi satu-satunya cara untuk mengevaluasi kelayakan kredit – dan, tentu saja, menghalangi sejumlah besar orang yang mungkin tidak memiliki banyak riwayat kredit untuk dievaluasi (yaitu kelompok minoritas, imigran baru, konsumen muda, yang kurang terlayani secara finansial, dan yang lainnya yang baru mengenal kredit).

Di sinilah gunanya data alternatif. Istilah luas yang pada dasarnya mengacu pada semua data kredit yang saat ini tidak dilaporkan melalui skor kredit tradisional, jenis data ini memperkuat ‘profile’ seseorang serta memberi pandangan yang lebih kuat dan komprehensif tentang risiko yang terkait dengan pinjaman ke mereka. Jenis data alternatif terus berkembang, tetapi istilahnya mencakup hal-hal seperti pembayaran sewa, catatan utilitas, keberadaan media sosial, data telekomunikasi, dan info perbankan terbuka.

Inklusi Keuangan dan UKM Pendukung

Menggunakan data alternatif dan menganggap lebih banyak orang yang layak mendapat kredit jelas baik untuk bisnis berarti perusahaan dapat memprediksi risiko dengan lebih akurat dan memberi persetujuan pada lebih banyak orangserta memungkinkan pemberi pinjaman untuk mengembangkan dan menyesuaikan ukuran bisnis mereka dengan cara yang mungkin tidak dapat dilakukan bila menggunakan data tradisional. Namun, ada yang lebih dari itu. Data alternatif tidak hanya baik untuk bisnis, tetapi juga baik untuk konsumen mereka. Perusahaan di seluruh dunia menemukan cara yang unik dan menginspirasi untuk menggunakan data alternatif guna mempromosikan inklusi finansial yang lebih besar bagi klien yang tidak memiliki riwayat kredit (juga dikenal sebagai memiliki rekening bank terbatas/tidak memiliki rekening bank), dan untuk mendukung akses kredit yang lebih besar bagi UKM/UMKM . Meskipun daftar ini sama sekali tidak komprehensif (terlalu banyak perusahaan mengagumkan yang melakukan hal-hal luar biasa) – berikut ini sepuluh perusahaan unik yang menggunakan data alternatif untuk kebaikan yang lebih besar.

  1. Bankly – Di Nigeria, Bankly membantu penggunanya mendigitalkan dan mengembangkan uang tunai mereka dengan cara yang aman dan berkelanjutan. Dengan menggunakan teknologi dan titik kontak manusia untuk mendigitalkan uang tunai, mereka mampu menghasilkan data untuk menciptakan identitas digital/keuangan, yang memastikan pelanggan yang tidak memiliki riwayat kredit mendapatkan akses ke layanan keuangan yang lebih luas termasuk kredit dan asuransi. Tujuh puluh lima persen penggunanya menyatakan diri memiliki rekening bank terbatas, termasuk populasi yang kurang memenuhi syarat seperti petani, pedagang pasar, pengrajin dan pekerja transportasi yang sering mendapatkan upah tunai dan tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional dengan mudah.
  2. Davinta – Davinta yang berbasis di India ini adalah platform digital berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang berfokus pada penawaran kredit dan produk keuangan lainnya kepada orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan. Perusahaan memanfaatkan data tradisional dan alternatif untuk merekomendasikan produk keuangan yang disesuaikan kepada pelanggan mereka. Hingga saat ini, Davinta telah memperoleh hampir 15.000 pengguna terdaftar, yang sebagian besar (12.000 orang) di antaranya adalah wanita. Seperti yang mereka katakan, mereka bukan sekadar perusahaan inklusi finansial, tetapi juga berupaya untuk “menciptakan inklusi sosial yang sehat untuk masyarakat India yang lebih besar menuju kesempatan hidup yang setara.”
  3. Esusu – Perusahaan Amerika ini menggunakan data pembayaran sewa untuk membantu masyarakat yang kurang memenuhi syarat dalam rangka membangun riwayat kredit. Platform milik mereka, yang melayani rumah tangga berpenghasilan rendah hingga menengah di AS ini, melaporkan pembayaran sewa ke tiga biro kredit utama di wilayah tersebut, agar pelanggan dapat membangun kredit dan membuka peluang masa depan yang mungkin tidak terjangkau.
  4. Fairbanc – Perusahaan yang berkantor pusat di Amerika Serikat tetapi beroperasi di Indonesia ini menawarkan platform kredit loop tertutup yang sangat dapat disesuaikan besarnya untuk pedagang mikro, sehingga mereka dapat mengakses rantai pasokan dan lebih mudah membeli barang konsumen yang bergerak cepat (fast-moving). Dengan fokus pada inklusi finansial untuk wanita, Fairbanc memiliki akses ke basis pelanggan dari 650.000 merchant mikro yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia, dengan hampir 260.000 di antaranya adalah wanita. Platform Kecerdasan Buatan/Pembelajaran Mesin (AI/ML) mereka menganalisis data dan riwayat transaksi untuk memberikan jalur kredit digital instan; dan dengan API ‘Bayar Nanti’ mereka yang terintegrasi langsung ke dalam tabel pengambilan pesanan Unilever, pedagang (merchant) hanya memerlukan komunikasi telepon biasa untuk berpartisipasi.
  5. Fundfina – Perusahan yang beroperasi di India ini adalah pasar keuangan yang didukung oleh arsitektur perbankan terbuka dan analisis machine learning. Dengan berfokus pada UMKM, perusahaan ini bermitra dengan lembaga keuangan lokal untuk melayani lebih dari 150.000 pelanggan di seluruh India, yang akan kesulitan mengakses kredit tradisional karena kurangnya riwayat kredit. Dengan tujuan memberantas proses pinjaman yang lambat dan rumit yang biasa terjadi di India, Fundfina memungkinkan penilaian kredit atas orang yang tidak memiliki riwayat kredit, melalui mesin digital milik mereka (perusahaan ini telah mengembangkan metode penilaian kredit mereka sendiri, TrueScore, yang melihat data transaksional dan riwayat pembayaran), yang mengkurasi sebagian besar produk keuangan yang tepat dan bahkan menawarkan alat manajemen arus kas untuk mempromosikan literasi keuangan.
  6. First Circle – Sebagai salah satu perusahaan Fintek pertama yang mendapat lisensi dari Securities and Exchange Commission (SEC) di Filipina, First Circle didirikan untuk memberdayakan UKM dengan membantu menjembatani kesenjangan kredit yang ditemukan untuk usaha kecil di wilayah tersebut.
  7. Dengan berbagai program pertumbuhan yang tersedia, jalur kredit bergulir, dan proses pengajuan melalui aplikasi seluler terlebih dahulu, First Circle bertujuan membantu pelanggan yang sering tidak memiliki data kredit atau agunan tetap, yang banyak di antaranya telah terpaksa meminjam dari lintah darat di masa lalu.
  8. Oriente – Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini telah membangun infrastruktur digital pertama yang dirancang untuk memicu peluang ekonomi bagi konsumen yang tidak memiliki rekening bank dan merchant yang kurang memenuhi syarat. Dengan menggunakan data dan wawasan alternatif seketika, Oriente memungkinkan ribuan merchant untuk meningkatkan tingkat konversi sekaligus menurunkan risiko. Infrastruktur identitas kepemilikan mereka menggunakan AI dan machine learning guna memudahkan konsumen yang tidak memiliki rekening bank untuk mendapatkan kredit digital, dan bahkan memungkinkan mereka untuk membangun profil kredit jika mereka membayar tepat waktu.
  9. Paycode – Sebagai perusahaan yang dirancang untuk orang yang berada di daerah pedesaan terpencil, Paycode di Afrika Selatan menyediakan solusi teknologi layanan keuangan bagi warga yang tidak memiliki rekening bank, dengan menggunakan pengumpulan data biometrik untuk verifikasi identitas dan untuk mengautentikasi transaksi perbankan dengan aman. Dengan bermitra dengan lembaga keuangan lokal, platform perbankan dan pembayaran alternatif lengkap mereka telah mampu membuat rekening bank berbiaya murah untuk pengguna yang pertama kali membuat rekening bank, dengan lebih dari 4 juta pengguna akhir di 8 negara sejauh ini.
  10. TiendaPago – Perusahaan Fintek yang beroperasi di Meksiko dan Peru ini menargetkan bisnis keluarga untuk inklusi finansial, yang menyediakan pembiayaan modal kerja loop tertutup. Platform berbasis seluler mereka menggunakan data yang terkait dengan pembelian barang untuk menilai kelayakan kredit merchant, yang memastikan bahwa merchant dapat membayar distributor sebesar harga barang yang mereka butuhkan agar dapat melayani pelanggan mereka dan mengembangkan bisnis mereka. Merchant biasanya memiliki dana tunai terbatas untuk membayar distributor, sehingga harga barang untuk stok lebih tinggi dan penjualan menjadi terbatas.
  11. ZigWay – Perusahaan yang berbasis di Myanmar ini bertujuan membantu keluarga berpenghasilan rendah dalam mendapatkan lebih banyak akses ke kebutuhan rumah tangga dengan cara yang terjangkau. Dengan menawarkan layanan berlangganan bulanan yang memungkinkan rumah tangga untuk membeli bahan pokok berkualitas seperti beras dan minyak goreng dalam jumlah besar, perusahaan ini dapat menghemat pengeluaran pelanggan hingga 20 persen. Dengan menggunakan model penilaian kredit berbasis machine learning yang eksklusif, ZigWay dapat menawarkan sistem pembayaran yang fleksibel kepada para pelanggannya. Perusahaan ini bahkan mempromosikan aksesibilitas dan inklusi dengan memberdayakan ‘Pengguna Super’ untuk membantu mendaftarkan tetangga mereka, meminta layanan, dan melakukan pembayaran atas nama mereka. Hingga saat ini, mereka telah menguji coba layanan mereka pada lebih dari 500 pelanggan, dengan mengantarkan pangan yang cukup sebanyak lebih dari satu juta makanan.

Kisah data alternatif – apa artinya, bagaimana penggunaannya, siapa yang menggunakannya – akan terus berubah dan berkembang seiring dengan semakin banyaknya perusahaan Fintek dan penyedia data yang menemukan cara unik untuk memasukkannya ke dalam proses pengambilan keputusan risiko mereka. Yaitu, jika mereka dapat mengaksesnya secara efisien. Saat kami melakukan survei pada 400 pembuat keputusan Fintek secara global, statistik penggunaan data alternatif cukup mengejutkan:

  • 60% mengatakan akses ke sumber data alternatif terbatas dan 74% mengatakan data dalam bentuk apa pun tidak mudah diakses, sedangkan 60% merasa kesulitan karena mereka tidak memiliki tampilan data terpusat di seluruh siklus proses pelanggan
  • 70% mengatakan bahwa data yang tidak mudah diintegrasikan ke dalam solusi pengambilan keputusan mereka menjadi hambatan untuk menggunakan data alternatif, dan 51% mengatakan data alternatif tidak dapat diakses di perusahaan mereka

Namun, nilai penggunaan data alternatif untuk pengambilan keputusan kredit sudah jelas – bukan hanya dapat memberi gambaran yang lebih lengkap tentang pelanggan Anda, tetapi juga memungkinkan inklusi finansial yang lebih besar, akses kredit yang lebih baik untuk UKM/UMKM, dan dapat membantu Anda mengembangkan bisnis dengan cara yang mungkin belum pernah Anda bayangkan.

Jika Anda merasa sulit dan mahal untuk memilih, mengakses, dan menggunakan data yang tepat di waktu yang tepat untuk membuat keputusan yang akurat dan inklusif, lihat bagaimana Data Provenir dapat membantu. Kendalikan data Anda, semuanya dari satu platform data global yang terpusat dan mudah diakses, dan jangan khawatir lagi tentang cara mengintegrasikan sumber data alternatif.